Tembok Benteng Cagar Budaya Jawa Tengah, Di robohkan. Kenapa?

Tembok Benteng Keraton Kartasura, Jawa Tengah kini dirobohkan pada Kamis (21/04/2022) sore.

Padahal, tembok tersebut merupakan salah satu cagar budaya yang telah terdaftar di balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Tengah. Karena itu, seharusnya tembok tersebut dilindungi dan tidak boleh dirusak. 

7 Fakta Miris Tembok Bersejarah Eks Keraton Kartasura Dijebol Ekskavator

Adapun yang terdaftar pasti menyenangkan ketika memiliki banyak waktu luang pastikan bermain permainan slot, dapatkan keuntungan hanya dengan bermain slot!

Bagi pemilik lahan yang jadi pelaku pembongkaran tersebut kabarnya membeli lahan di kawasan bekas Keraton Kartasura pada Maret 2022. Dirinya membeli kawasan seluar 682 meter dengan tawaran harga Rp850 juta.

Pada Senin (18/04/2022), pemilik lahan yang berinisial MKB (45) tersebut mulai melakukan pembongkaran tembok keraton. Pembongkaran menggunakan excavator yang tujuan dapat membuat akses jalan truk pengangkut material ke lahan yang dimiliki MKB. 

Setelah itu, pada Kamis (21/04/2022) pukul 15.30 WIB, MKB kembali membongkar tembok benteng itu. Namun, kali ini dari sebelah barat Keraton Kartasura pembongkaran yang berhasil menjebol tembok benteng sepanjang 6.4 meter, lebar 2 meter, dan tinggi 3.25 meter. 

Reaksi Respon Bupati Sukoharjo

Pada besok harinya, yakni pada Jumat (22/04/2022) pagi, Kabid Kebudayaan Pemkab Sukoharjo yang baru mengetahui kejadian itu. Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, mendengar kabar pembongkaran tersebut pada Jumat (22/04/2022) malam. 

Etik lalu mulai mengunjungi pada Sabtu (23/04/2022) ketempat lokasi pembongkaran. Dirinya lalu mengaku sangat kecewa dengan pembongkaran tersebut. 

“ dia (MKB) belum ada izin mendirikan untuk tempat usaha. Maka harus tanya dulu jangan asal gempur begini. Kalau sudah begini bagaimana? Saya itu kecewa sekali,” tuturnya dikutip dari Kompas. 

Bupati Sukoharjo mempertanyakan bagaimana bisa seseorang dapat membeli tanah di kawasan cagar budaya. Karena seharusnya tanah di dalam kawasan keraton tidak dapat bersertifikasi. Karena itu, pihak bersama kepolisian tengah mengusut asal muasal sertifikat tanah itu. 

Pelaku Mengakui Tak Tahu Menau Tembok Adalah Cagar Budaya

MKB akui tidak tahu tembok tersebut merupakan bagian dari sejarah. Justru,dirinya mengklaim dari pihak Ketua RT setempat yang minta dapat membongkar tembok tersebut. Hal itu dikarenakan untuk proses pembersihan rumput liar di depan tembok tersebut sudah dapat menghabiskan kas sampai Rp300.000.

Leave a Reply

Your email address will not be published.