Selesai Lakukan Vaksinasi Jenis Booster Bisa Terjangkit Covid-19, Mengapa? Begini Tanggapan Para Ahli

Telah vaksin booster namun tetap terkena Covid-19? eits, Jangan khawatir hal tersebut menjadi fenomena yang wajar terjadi. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat memberikan penjelasan, menurut pihaknya untuk vaksin tidak 100 persen efektif untuk dapat mencegah infeksi. Ini yang membuat masih ada kemungkinan seseorang yang telah divaksinasi bisa saja terkena Covid-19.

Vaksin Booster untuk Tenaga Kesehatan, Bagaimana Efektivitasnya?

Sebelum melanjutkan pastikan untuk bermain slot dengan permainan menyenangkan Anda dapat manfaatkan peluang keberuntungan dengan slot yang menguntungkan.

“Vaksin Covid-19 efektif mencegah infeksi, penyakit serius dan kematian. Kebanyakan orang terkena Covid-19 tidak divaksinasi. Namun karena vaksin tidak 100 persen efektif mencegah infeksi, beberapa orang yang telah divaksinasi lengkap tetap akan terkena Covid-19,” tulis CDC dalam situs resminya pada Jumat (1/7/2022).

Hal serupa disampaikan oleh Wakil Direktur Pendidikan dan Penelitian Rumah Sakit (RS) UNS Solo, dr. Tonang Dwi ArdyantoIa semua orang yang telah vaksinasi memang akan mungkin bisa saja terinfeksi Covid-19 kembali. Proporsi diestimasikan sebesar 3 persen secara nasional atau 10 persen di Jakarta berdasarkan simulasi hitungan sederhana yang telah dilakukan.

“Maka, menjawab pertanyaan bagi yang telah melakukan vaksinasi booster namun terinfeksi Covid-19 kembali karena ketika divaksin disuntikkan melalui otot lengan, kemudian akan membentuk antibodi di paru-paru. Tetapi, memang dalam membentuk antibodi di saluran napas relatif rendah. Dengan demikian, masih ada risiko untuk terinfeksi Covid-19. Maka, yang harus dilakukan ialah mengontrol kesehatan sebagai upaya membatasi virus yang akan masuk ke tubuh,” jelas Tonang.

Tonang juga menambahkan, kalau saja apabila nanti terkena Covid-19 kembali dengan mengalami gejala cukup ringan. Hal tersebut karena sudah kuat antibodi yang terbentuk di paru-paru.

“Sekali lagi perlu ditegaskan vaksin untuk mencegah gejala bukan mencegah adanya infeksi,” tegas Tonang.

Pemerintah telah mendorong masyarakat untuk dapat tetap mendapatkan vaksinasi termasuk booster. Sebab vaksinasi bisa mencegah seseorang dapat terkena infeksi Covid-19 bergejala berat dan risiko kematian.

“Kita berharap agar vaksinasi bisa berkontribusi besar untuk mencegah pasien bergejala berat hingga berisiko kematian akibat infeksi Covid-19,” ungkap Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes Siti Nadia Tarmizi, dikutip dari laman Sehat Negeriku.

Dari laporan pada 21 Januari sampai dengan 22 Februari 2022, 17.871 pasien dirawat di rumah sakit ada sekitar 2.489 pasien meninggal dunia. Sebagian besar karena belum divaksinasi lengkap. Kematian pun meningkat pada kelompok lansia, komorbid, dan belum menjalani vaksinasi lengkap.

Sementara itu, vaksinasi dan booster bisa memberi perlindungan dalam perhitungan sampai 91 persen dari kematian ataupun risiko buruk lain karena virus Covid-19.

Leave a Reply

Your email address will not be published.