Ribuan Slot Hanya 7 Menit, Pria LGBT di New York Penuhi Anterian Untuk Vaksin Cacar Monyet

Deretan pria dari usia 20 hingga 40 tahun nampak memenuhi anterian di lokasi New York, Amerika Serikat, pada Minggu (17/7) para ribuan pria tersebut bertujuan untuk mendapatkan vaksin cacar monyet alias monkeypox. Sebuah SMA di Bushwick, Brooklyn, telah disulap menjadi pusat vaksinasi diisi dengan deretan meja kursi dan tumpukan alat kesehatan.

Selama Anda menjalankan rutinitas sehari-hari pasti sering merasakan suasana bosan, menginginkan permainan yang menarik, dan Ini waktu yang tepat Anda bisa mencoba bermain slot, akan sangat menguntungkan jikalau coba pemainan slot dapat menguntungkan dari peluang keberuntungan.

Siswa SD Disuntik Vaksin Kosong di Medan Bikin Polisi Turun Tangan

Nampak, cacar monyet yang telah menyebar melalui kontak fisik berdekatan memang bisa menginfeksi siapa saja. Akan tetapi, vaksin cacar monyet Jynneos baru-baru ini disediakan bagi pria LGBT yang berhubungan seks bersama pria lain. Mengingat sebagian besar untuk kasus cacar monyet asalnya dari kelompok tersebut.

Para pria yang telah menunggu masuk kedalam anterian juga mengaku beruntung dapat membuat janji temu untuk divaksin lantaran New York nampak kekurangan dosis. Dapat di contohkan, 9.200 slot vaksinasi telah tersedia di situs web khusus kota pada Jumat (15/7) pada pukul 18.00 langsung dipenuhi hanya dalam waktu tujuh menit. Lalu lintas situs itu juga sangat tinggi tiga hari yang sebelumnya hingga lokasi laman mengalami mogok.

“Itu membuat frustrasi, terutama karena dengan COVID Anda akan berpikir bahwa kita akan memiliki lebih banyak proses terstruktur atau peluncuran vaksin,” kata pria berusia 23 tahun bernama Aidan Baglivo kepada AFP. “Benar-benar tidak ada apa-apa.”

The NY GAYS - Better Together

Minggu lalu, New York telah memiliki populasi lebih dari 8 juta alami peningkatan infeksi cacar monyet. Pada Jumat pekan lalu, New York juga mencatat 461 kasus cacar monyet, dari naik drastis dari 223 kasus pada hari Senin (11/7).

Sementara itu, pria bernama Robert juga mengaku harus duduk di depan komputer dan me-refresh situs web “seperti orang gila” samapi dia bisa mendapat slot untuk vaksinasi. Sayang, pasangan dan juga sahabat dekat Robert belum beruntung untuk dapat slot vaksinasi cacar monyet.

“Ini seharusnya tidak menjadi masalah karena sudah ada vaksin, dan itu (peluncuran) harus … lebih efisien untuk mencegahnya menjadi lebih dari masalah,” jelas pria berusia 28 tahun tersebut. “Setiap hari tambahan di mana tidak ada lagi orang yang divaksinasi adalah hal yang menyedihkan.”

Adapun banyaknya dari kaum LGBT yang populasi menjadi semakin besar di New York cukup menghkhawatirkan dari komunitas mereka akan semakin terstigmatisasi dari virus tersebut. Salah satunya merupakan seorang aktor bernama Nathan Tylutki mempertanyakan apa respons yang lebih cepat untuk bisa mengembangkan lebih banyak vaksin yang akan tersedia apabila virus tidak mempengaruhi kaum LGBT.

Nathan Tylutki

Ia berkata bahwa tidak ada banyak sentimen anti-vaksin pada komunitas LGBT. “Kami tahu bahwa penting untuk proaktif tentang hal-hal semacam ini,” tukasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.