Dari Kucing Dokter Hewan di Thailand Tertular COVID-19, Dilaporkan Ini Menjadi yang Pertama di Dunia

Sebuah penelitian baru-baru ini melaporkan adanya penularan virus COVID-19 dari kucing ke manusia. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Universitas Songkhla di Thailand selatan, seekor kucing bersin ketika itu di wajah seorang dokter hewan dan kemudian menularkan padanya virus corona.

Selama ini melansir The Thaiger, belum ada terjadi kasus penularan corona dari kucing ke manusia yang dilaporkan. Studi kasus kemudian bahwa seorang ayah dan anak dari Bangkok yang dinyatakan positif COVID-19 pada Agustus tahun lalu.

Virus corona: Dua kucing New York jadi hewan peliharaan pertama di AS yang  positif Covid-19 - BBC News Indonesia

Sebelumnya, jika anda bosan dan sedang ingin mempunyai kesenangan tersendiri di aktivitas yang sedang dijalani Anda dapat berpartisipasi dalam mendapatkan memanfaatkan peluang kesempatan ini untuk dapat memenangkan keuntungan yang menyenangkan, Pastikan untuk bermain slot, permainan slot dapat dimainkan dimana pun dan kapanpun, click disini.

Namun, karena tidak ada tempat tidur rumah sakit yang tersedia di ibu kota, mereka pada akhirnya dipindahkan dengan ambulans selama 20 jam ke universitas Prince of Songkhla dalam perawatan. Mereka pergi dengan kucing mereka.

Kucing tersebut tidur bersama mereka di tempat tidur yang sama, sebelum pada akhirnya dipindahkan ke rumah sakit hewan di universitas sebagai keperluan pengujian. Dokter hewan melakukan usap hidung pada kucing, yang bersin di wajah. Dalam hasil tes kucing ternyata mengindikasikan bahwa hewan tersebut positif terkena virus.

Meski memakai masker, dokter hewan mulai menunjukkan adanya gejala 3 hari kemudian dan dinyatakan positif COVID-19. Para peneliti memberikan kesimpulan bahwa dokter hewan itu tertular virus corona dari kucing, menjadi kemungkinan besar. Bukan tanpa alasan, studi tersebut mengatakan bahwa tidak ada orang memiliki kontak dekat bersama dengan dokter hewan yang dites positif.

Coronavirus menjadi penyakit zoonosis yang telah banyak menjangkiti hewan lain. Banyak hewan telah dites positif termasuk anjing, singa cerpelai, kucing, dan harimau. Namun, sebagian besar pada kasus ini adalah zoonosis terbalik, yang berarti penularan yang terjadi berasal dari manusia ke hewan.

Kasus yang terjadi kepada dokter hewan adalah penularan kucing-ke-manusia pertama yang dilaporkan. Satu studi menunjukkan bahwa sekelompok petani di Belanda juga tertular COVID-19 dari cerpelai.

Sementara, penelitian juga menandakan adanya kemungkinan bahwa COVID-19 dapat ditularkan melalui mata. Kesimpulan yang berakar dari fakta bahwa dokter hewan tertular meski sedang memakai masker N95, namun tak menggunakan kacamata. Jadi penelitian mendukung penggunaan pelindung wajah selain masker selama adanya interaksi jarak dekat dengan hewan atau manusia yang sedang mengalami infeksi virus.

Leave a Reply

Your email address will not be published.