Burger King Jepang Menawarkan Mi Ramen Renyah Sebagai Pengganti Kentang Goreng yang Kini Langka

Sekarang diketahui perusahaan makanan cepat saji Burger King yang harus mengakali menu baru di tengah masalah kekurangan atau bahkan kelangkaan pasokan bahan. Hal telah di realisasikan terjadi di Burger King Jepang. Dengan rantai makanan cepat saji tersebut telah menawarkan kepada pelanggan sebungkus mie ramen renyah burger mereka sebagai pengganti kentang goreng, dalam makanan yang disebut “daitai potato set” Business Insider melaporkan.

Sebelum melanjutkan, Kami ingin memastikan apabila ingin mendapatkan kesenangan dari aktifitas sehari hari dan merasa bosan dalam menjalankannya pastikan Anda untuk pemainan slot, berpartisipasi dalam bermain slot untuk mendapatkan peluang kesempatan memenangkan banyak keuntungan.

Affinity to buy Burger King's Japan franchise rights from Lotte Group | QSR  Media Asia

“Set kentang daitai”, makanan tersebut menjadi pertama kali ditawarkan pada bulan Mei tahun ini. Hal itu terjadi saat banyak rantai makanan cepat saji di Jepang yang berjuang untuk memasok kentang goreng karena kekurangan kentang, berdasarkan laporan SoraNews24.

Meskipun dengan kentang goreng Burger King belum sepenuhnya dihapus dari menu, rantai tersebut akan mendorong pelanggan untuk dapat memilih mie ramen renyah. Bahkan menawarkan stiker “Saya mendukung king” dengan set kentang daitai.

Set tersebut dilengkapi dengan hamburger, minuman, dan sebungkus camilan Baby Star Dodekai Ramen yang populer. Menurut sumber oleh SoraNews24 , opsi ramen renyah menawarkan tanpa biaya tambahan kepada pelanggan yang membeli makanan kombo King Value.

Burger King Japan offering crunchy ramen noodles instead of fries amid  potato shortage | The News Singapore

Dinilai sebagai pengganti ramen rebus, pai apel dan cumi-cumi. Menurut CBS , Burger King juga telah menganggap ramen rebus, pai apel, dan cumi panggang, sebagai pengganti kentang goreng. Beberapa pelanggan yang rela menyerahkan kentang goreng di Burger King sebagai “pertunjukan kesetiaan”, lapor CBS.

Sebelumnya, perusahaan makanan cepat saji lain, yakni KFC juga dapat melakukan hal serupa. KFC di Australia harus mengganti bahan selada dengan kubis ke dalam sejumlah produknya, termasuk burger.

“Saat ini kami mengalami kekurangan selada. Jadi, kami menggunakan campuran selada dan kubis pada semua produk yang mengandung selada sampai pemberitahuan lebih lanjut,” kata perusahaan kepada pelanggan, Rabu (8/6).

Setidaknya dengan adanya keputusan seperti ini merupakan yang kedua kali pada tahun 2022 KFC Australia harus berurusan dengan komponen makanan pokok yang hilang. Pada Januari 2022, KFC Australia juga diharuskan memotong item menu karena mereka kekurangan ayam.

Leave a Reply

Your email address will not be published.